Sejarah

Sejarah Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan dibentuk pada tahun 2001, KKMB mulanya berupa kawasan konservasi mangrove seluas sembilan hektar. Bekantan mulai menghuni KKMB setahun sebelumnya. Pada awalnya hanya ada enam ekor, empat jantan dan dua betina, dan saat ini telah menjadi 38 ekor. Tiga tahun kemudian, Pemerintah Kota Tarakan menambah luas kawasan menjadi 22 hektar. Ini sekaligus untuk memenuhi syarat luas minimal habitat bekantan, yakni 20 hektar.

 

Keterlibatan Pertamina EP Tarakan Field dimulai pada 2010, melalui kegiatan inventarisasi jenis vegetasi yang tumbuh di sana dan membuat plang nama tumbuhannya. Setahun kemudian, perusahaan menyumbang seperangkat sound system, termasuk pelantangnya, dan mendirikan tempat pembibitan mangrove di sana. Bantuan yang paling dirasakan pengunjung adalah jembatan dari kayu ulin sepanjang 120 meter yang dibangun pada 2013 untuk menambah panjang jembatan yang sudah ada. Jembatan tersebut membantu pengunjung menjelajahi sudut-sudut KKMB. Tiap tahun, bila ada papan jembatan yang somplak atau mulai keropos, Pertamina EP Tarakan Field  menggantinya dengan kayu ulin yang baru. Jembatan kayu merupakan infrastruktur yang dibuat oleh PT Pertamina EP Tarakan Field pada tahun 2013, melengkapi panggung kayu tempat makan bekantan yang dibuat setahun sebelumnya. Kedua fasilitas untuk bekantan tersebut dibangun oleh PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field untuk membantu Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Tarakan dalam mengelola Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan.

Sejak 2012, pemberian bantuan untuk KKMB lebih terarah. Pertamina EP Tarakan Field bekerjasama dengan Dinas kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga akan mengembangkan KKMB melalui program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan sesuai dengan Masterplan Program CSR lima tahunan. Artinya, perusahaan secara rutin memberikan bantuan selama periode itu sesuai dengan kebutuhan KKMB dan perkembangannya. Program CSR di bidang konservasi keanekaragaman hayati  PT Pertamina EP Tarakan Field disusun sesuai dengan rekomedasi dari studi pemetaan sosial. Selain itu, dalam perencanaan programnya juga melibatkan seluruh stakeholders, yang dijaring melalui forum diskusi antar pemangku kepentingan, termasuk dinas dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.